deveel’s Blog

Just another WordPress.com weblog

Emosi Yang Negatif (1)

Emosi negatif adalah perasaan yang dapat menimbulkan akibat yang buruk, baik bagi diri sendiri maupun bagi orang lain.Dr.Don Colbert dalam bukunya “Emosi Ynag Mematikan” mengatakan bahwa apa yang kita rasakan secara emosional seringkali menjadi sesuatu yang juga kita rasakan secara fisik. Misalnya, ketika kita sedang marah, maka muka kita akan memerah dan terasa panas. itu sebabnya emosi negatif tidak hanya merugikan kita secara rohani, tetapi juga dapat merugikan secara jasmani karena emosi negatif tersebut dapat berpotensi menimbulkan berbagai penyakit jasmani.

    Contoh EMOSI NEGATIF

Emosi negatif muncul dalam bentuk amarah, iri hati, kebencian, kepahitan, ketakutan, kesedihan,rasa bersalah,dlsb.Biasanya emosi negatif ini muncul sebagai reaksi dari apa yang kita rasakan pada awalnya. Para ahli membagi emosi negatif menjadi dua tahapan, yaitu primary emotions atau apa yang kita rasakan pada awalnya yang merupakan penyebab emosi negatif dan secondary emotions atau akibat yang timbul dari apa yang kita rasakan. Sebagai contoh, ketika seseorang merasa dihina, dirugikan, dilecehkan, ditekan,dibohongi dan direndahkan, pada awalnya ia akan merasa tertekan, kemudian ia akan marah.Ketika seseorang merasa kecil hati, tidak ada harapan,kesepian,terisolasi,disalah mengerti,merasa diseranag,merasa tidak didukung, pada awalnya ia akan merasa tidak berdaya, kemudian ia akan mengalami depresi. Ketika merasa orang lain memiliki kemapuan yang lebih atai merasa dikalahkan, pada awalnya ia merasa minder, kemudian ia akan iri hati.

    PENGARUH EMOSI NEGATIF TERHADAP KEROHANIAN

*Emosi negatif dapat menghilangkan sukacita dan membuat seseorang larut dalam kesedihan. Ketika kita dikuasai oleh emosi negatif, kita tidak bisa memenuhi perintah Tuhan yang menghendaki agar kita senantiasa bersukacita di dlaam Dia. “Bersukacitalah senantiasa dalam Tuhan! Sekali lagi kukatakan: Bersukacitalah!“(Flp 4:4)
*Membuat seseorang kehilangan akal sehat, sehingga tidak bisa berfikir secara rasional.Ketika seseorang kehilangan akal sehat, maka kata2 serta tindakannya tidak dapat terkontrol. Orang yang sedang marah misalnya, nisa saja memukul atau bahkan membunuh. Dalam keadaan seperti ini seseorang tidak bisa lagi menguasai dirinya. “…Karena itu kuasailah dirimu dan jadilah tenang,supaya kamu dapat berdoa.”(1 Ptr 4:7b).
*Membuat seseorang tidak percaya diri bahkan membenci diri sendiri. Rasa tidak percaya diri berakar dari anggapan bahwa seseorang tidak berharga dan tidak mampu. Anggapan seperti ini bisa membuat seseorang tidak hanya membenci diri sendiri, tetapi juga membenci Allah dan menganggapNya tidak adil. “Oleh karena engkau nerharga di mataKu dan mulia, dan aku ini mengasihi engkau, maka Aku memberikan manusia sebagai gantimu,dan bangsa2 sebagai ganti nyawamu.“(Yes 43:4).
*Tidak disukai oleh orang2 di sekitarnya. Tidak ada ornag yang senang berada di dekat orang yang suka marah, iri hati, pembenci dan selalu bersedih. Ini menjelaskan bahwa emosi yang negatif menghalangi kita untuk menjadi berkat bagi lingkungan dimana kita berada.”Lebih baik tinggal pada sudut sotoh rumah dari pada diam serumah dengan perempuan yang suka bertengkar.“(Ams 21:9).
Segala kepahitan, kegeraman, kemarahan, pertikaian dan fitnah hendaklah dibuang dari antara kamu,demikian pula segala kejahatan. tetapi hendaklah kamu ramah seorang terhadap yang lain, penuh kasih mesra dan saling mengampuni, sebagaimana Allah di dalam Kristus telah mengampuni kamu.“(Ef 4:31-32).

    PENGARUH EMOSI NEGATIF TERHADAP KESEHATAN TUBUH

Ada satu hubungan komunikasi antara apa yang kita pikirkan di otak dengan apa yang kita alami di dalam sel-sel tubuh. Ketika otak meresponi tanggapan fisik seperti kemarahan, ketakutan atupun depresi, maka setiap sel kekebalan tubuh akan segera mengenali dan memberikan respons. Kita ambil contoh sederhana mengenai stres. Jika situasi tertentu menimbulkan stres, maka otak akan menanggapi dengan melepaskan hormon-hormon khusus. Tanggapan ini juga memicu kelenjar adrenalin untuk melepaskan hormon tertentu. Selanjutnya saraf2 simpatik yang terdapat di seluruh tubuh, dirangsang untuk melepaskan zat2 tertentu. Ketika saraf2 ini dirangsang, detak jantung meningkat, usus besar dirangsang sehingga dapat menimbulkan diare, berkeringat, dst. Berikut ini adalah beberapa emosi negatif dan pengaruhnya terhadap kesehatan tubuh manusia.

A.

    Kemarahan Dan Jantung Anda


Ketika berbicara tentang kemarahan, maka permusuhan dan keberangan pun termasuk didalamnya. Sebagian orang mungkin tidak kelihatan marah, tetapi menyimpan kemarahan di dalam hati, hal ini sama2 berdampak merugikan tubuh jasmani maupun rohani. Orang yang suka marah dan mempunyai sifat bermusuhan melepaskan lebih banyak adrenalin, yaitu sejenis hormon yang dihasilkan oleh kelenjar adrenal, kedalam darah. Zat ini meningkatkan tekanan darah dan detak jantung. Orang yang suka marah juga meningkatkan kadar kartisol, yang menyebabkan gangguan kekebalan tubuh, meningkatkan kerapuhan tulang, menyebabkan diabetes dan kerusakan sel2 otak. Beberapa penelitian medis dan ilmiah menghubungkan kemarahan, sikap permusuhan dan emosi-emosi yang terkait dengan penyakit jantung. Dalam sebuah penelitian selama 25 tahun yang melibatkan 255 mahasiswa kedokteran di Universitas North California, Dr.John Barefoot menemukan bahwa mereka yang memiliki skor tertinggi dalam sikap permusuhan memiliki kemungkinan lima kali lebih besar meninggal dengan penyakit jantung dan tujuh kali lebih besar kemungkinannya meninggal pada usia lima puluuh tahun daripada mereka yang tidak memiliki sikap permusuhan. Tidaklah heran jika Alkitab menasihatkan kita untuk tidak cepat marah dan tidak hidup dalam permusuhan. Perasaan marah yang dimaksudkan di sini adalah perasaan marah yang diekspresikan dengan cara yang salah. “Apabila kamu menjadi marah, janganlah kamu berbuat dosa…“(Ef 4:26). “Berhentilah marah dan tinggalkanlah panas hati itu, jangan marah, itu hanya membawa kepada kejahatan.“(MZM 37:8). “Janganlah lekas-lekas marah dalam hati, karena amarah menetap dalam dada orang bodoh.“(Pkh 7:9). “Berusahalah hidup damai dengan semua orang…“(Ibr 12:14). “…. dan ampunilah seorang akan yang lain apabila yang seorang menaruh dendam terhadap yang lain…“(kol 3:13)

B.

    Ketakutan Dan Sistem Pencernaan Anda


Ketakutan adalah perasaan yang sangat kuat dan menghasilkan suatu tanggapan psikologis yang sangat kuat pula. Banyak catatan kematian yang menceritakan tentang orang2 yang mengalami ketakutan sampai titik tertinggi, sehingga mereka jatuh dan meninggal dunia. Ketakutan berhubungan dengan sejumlah penyakit pencernaan, seperti gangguan buang air besar, tukak lambung, sakit kepala bahkan penyakit kulit. Selain itu ketakutan juga berhubungan dengan jantung dan pembuluh darah. Suatu tanggapan kimia terjadi di dalam otak ketika seseorang mengalami ketakutan. Hal ini mempengaruhi pusat2 otak vital. Selama masa ketakutan, pekerjaan jantung dan pembuluh darah mengalami gangguan dan sistem kekebalan tubuh menjadi rusak. Tuhan berkali-kali mengingatkan kepada umatNya agar tidak takut. “Janganlah takut kepada mereka, sebab TUHAN.Allah mu, Dialah yang berperang untukmu.(Ul 3:22). “Kuatkan dan teguhkanlah hatimu,janganlah takut….“(Ul 31:6). “Janganlah takut.Akulah yang menolong engkau.“(Yes 41:13). Dr.Don Colbert berkata, “Iman adalah obat yang paling manjur bagi setakutan. Iman adalah percaya bahwa Allah memegang kendali atas segala sesuatu dan bahwa kita dapat bergantung kepadaNya untuk melakukan apa yang terbaik bagi kita.

C.

    Depresi Dan Kanker


Suatu bukti penelitian ilmiah belakangan ini menyatakan bahwa depresi berkaitan dengan pembentukan beberapa jenis kanker. Depresi mengahmbat perbaikan DNA yang rusak dan penggantian sel-sel yang baru, sehingga membuka peluang berkembangnya kanker. Apoptosis atau proses yang menyebabkan sel-selyang tidak normal mati dan disingkirkan dari tubuh merupakan cara terbaik bagi tubuh untuk melindungi diri dan melawan kanker, sementara depresi mengurangi aktivitas apoptosis ini. Orang-orang yang depresi cenderung memiliki fisik yang lemah dan mudah diserang penyakit. Bukan hanya penyakit kanker, tetapi penyakit radang, penyakit otot, pusing kepala, dlsb. Bagi anda yang mudah mengalami depresi atau sedang depresi saat ini, ingatlah akan firman Tuhan berikut ini dan bangkitlah dari ketertekanan jiwamu, “Mengapa engkau tertekan, hai jiwaku, dan mengapa engaku gelisah didalam diriku?Berharaplah kepada Allah! sebab aku bersyukur lagi kepadaNya, penolongku dan Allahku!“(Mzm 42:12). “Kembalilah tenang, hai jiwaku, sebab TUHAN telah berbuat baik kepadamu.“(Mzm 116:7)

D.

    Kebencian,Kepahitan Dan Penyakit Autoimmune


Seperti halnya kasih merupakan emosi negatif yang paling kuat, kebencian merupakan emosi negatif yang paling kuat. Kebencian sering kali bercampur dengan kemarahan dan gabungan dari keduanya akan menjadi seperti racun yang mematikan. Kebencian yang terus disimpan dapat menyingkirkan semua emosi posotif yang kita miliki. Para tabib tahun 600 SM percaya bahwa para pasien yang menyimpan emosi-emosi yang meracuni, memiliki diagnosa yang lebih buruk daripada mereka yang tidak menyimpan emosi negatif. Emosi yang meracuni seperti kebencian, tidak hanya menghalangi proses kesembuhan seseorang dari penyakitnya, tetapi justru melipatgandakan pengaruh daripenyakit tersebut. Akibatnya tubuh harus berjuang keras untuk mengalahkan penyakit. Karena perjuangan yang terlalu berat menyebabkan tubuh kehilangan kemampuan untuk membedakan mana “musuh” atau pemicu penyakit yang harus diserang dan mana organ serta jaringan yang sehat. Akhirnya jaringan dan organ yang sehatpun ikut diserang. Ketika hal ini terjadi di mana sistem kekebalan tubuh menyerang diri sendiri, maka timbullah banyak penyakitautoimmune dengan kasus penyakit yang berbeda-beda. Salah satunya adalah penyakit arthritis atau radang sendi. Dr.Don Colbert menceritakan tentang seorang pasien wanita yang datang kepadanya dengan sakit persendian ringan pada jarinya. Lama-kelamaan keadaannya semakin memburuk. Dr.Colbert kemudian mencari tahu riwayat hidupnya dan ternyata wanita itu baru bercerai dengan suaminya. Suaminya yang kaya menikah dengan wanita lain dan menyuruh istri pertamanya itu pergi dari rumah mereka yang mewah. Setiap kali menyebut nama suaminya, tampak kebencian yang dalam di wajahnya. “saya tidak akan pernah memaafkan mereka. katanya. Hanya dlam waktu beberapa tahun, wanita yang tadinya dikenal lembut, menyenangkan dan ramah tersebut menjadi bungkuk, miring dan berubah bentuk tubuhnya. Jari2 tangan dan kakinya rusak dan berubah bentuk. Dalam kasus ini, kebencian atau ketidakrelaan untuk mengampuni telah memperburuk keadaan wanita tersebut. Serangan terhadap sistem pertahanan tubuh sendiri inilah yang akan membunuh anda. Kematian memang tidak terjadi secara cepat, perlahan tapi pasi.
Anda kini semakin mengerti bagaimana kebencian dan kepahitan membunuh tubuh secara perlahan.”Aku memberikan perintah baru kepada kamu, yaitu supaya kamu saling mengasihi; sama seperti Aku telah mengasihi kamu demikian pula kamu harus saling mengasihi.“(Yoh 13:34. “Sabarlah kamu seorang terhadap yang lain, dan ampunilah seorang akan yang lain apabila yang seorang menaruh dendam terhadap yang lain, sama seperti Tuhan telah mengampuni kamu, kamu perbuat jugalah demikian.“(Kol 3:13).

October 12, 2009 - Posted by | religion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: